- Al-Qur’an itu lafadh dan maknanya dari Allah, sedangkan hadits qudsi maknanya dari Allah dan lafadhnya dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam.
- Membaca Al-Qur’an termasuk ibadah dan mendapatkan pahala, sedangkan membaca hadits qudsi bukanlah termasuk ibadah dan tidak mendapat pahala.
- Disyaratkan mutawatir dalam periwayatan Al-Qur’an, sedangkan dalam hadits qudsi tidak disyaratkan mutawatir.
•Dari Abdullah ra.
dia berkata : “Datanglah salah seorang pendeta kepada Rasulullah saw. pendeta
itu berkata : “Wahai Muhammad, sesungguhnya kami dapati bahwa Allah menjadikan
langit atas satu jari dan bumi-bumi atas satu jari, pohon atas satu jari dan
semua makhluk atas satu jari, dan Allah berfirman : “Akulah Raja”. Nabi saw
tertawa sehingga tampak gigi taring beliau, membenarkan kata-kata pendeta itu,
kemudian Rasulullah saw. membaca : “Dan mereka tidak menghormati Allah dengan
penghormatan yang semestinya, padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada
hari Kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya, Maha Suci Tuhan dan
Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan”. (Hadits ditakhrij oleh
Bukhari).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar