- Dari
Abu Hurairah r.a. berkata: Nabi saw bersabda, "Biarkanlah selama aku
membiarkan kamu dalam kebebasanmu. Maka sesungguhnya penyebab kebinasaan
umat terdahulu sebelummu adalah karena mereka banyak bertanya dan
menyalahi Nabi-nabi mereka. Maka apabila aku mencegahmu dari sesuatu
perkara, tinggalkanlah perkara itu dan jika aku perintahkan sesuatu
perkara, kerjakanlah sekuat tenagamu."
(Bukhari - Muslim) - Dari
Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah saw bersabda, "Semua umatku
selamat kecuali orang-orang yang terang-terangan berbuat dosa (mujaharah).
Dan termasuk mujaharah adalah orang yang berbuat di waktu malam yang gelap
kemudian pagi harinya diceritakan pada orang lain padahal semalaman itu
Allah menutupinya sedangkan pagi harinya ia membuka sendiri apa yang
ditutupi oleh Allah."
(Bukhari - Muslim) - Dari
Abu Mas'ud al-Badri r.a. dari Nabi saw, beliau bersabda, "Apabila
salah seorang kamu membelanjai istrinya dengan mengharapkan pahala maka
tercatat baginya sebagai sedekah."
(Bukhari - Muslim) - Dari
Anas r.a. berkata: Nabi saw bersabda, "Ya Allah,sesungguhnya tidak
ada kehidupan yang sebenarnya kecuali kehidupan akhirat."
(Bukhari - Muslim) - Dari
Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah saw bersabda, "Bukanlah
kekayaan itu karena banyaknya harta benda tetapi kekayaan yang sebenarnya
adalah kekayaan hati."
(Bukhari - Muslim) - Dari
Ibnu Umar r.a. berkata: Rasulullah saw bersabda, "Pada hari kiamat
seorang Mu'min didekatkan kepada Tuhan dengan dinaungi oleh rahmat-Nya,
kemudian ditanya, "Tahukah kamu dosa ini? Tahukah kamu dosa
itu?" Jawabnya, "Ya, saya tahu." Maka Allah berfirman,
"Aku telah menutupi atasmu dunia dan kini aku mengampuninya
darimu." Kemudian diberikan kepadanya suratan amal kebaikannya."
(Bukhari - Muslim) - Dari
Anas r.a. berkata: Nabi saw bersabda, "Ada tiga perkara yang
barangsiapa memilikinya akan merasakan kelezatan iman yaitu jika ia
mencintai Allah dan Rasulullah melebihi cintanya kepada yang lain; Jika ia
mencintai sesama manusia semata-mata karena Allah dan jika ia enggan
kembali kafir setelah diselamatkan Allah daripadanya, sebagaimana ia
enggan dimasukkan ke dalam neraka."
(Bukhari - Muslim) - Dari
'Ubadah bin ash Shamit r.a. berkata: Rasulullah saw bersabda,
"Barangsiapa percaya bahwa tidak ada sekutu bagi-Nya dan bahwa Nabi
Muhammadadalah hamba dan utusan-Nya dan bahwa Nabi Isa adalah hamba Allah
dan utusan-Nya dan kalimat-Nya yang diturunkan kepada Maryam dan ruh
daripada-Nya dan bahwa surga itu benar adanya (haq) maka Allah pasti akan
memasukkannya ke dalam surga dengan amal perbuatannya (yang baik) seberapa
pun adanya."
(Bukhari - Muslim) - Abu
Hurairah r.a. telah mendengar Nabi saw bersabda, "Ada tiga orang dari
Bani Israil yaitu si Belang, si Botak dan si Buta ketika Allah akan
menguji mereka, Allah mengutus Malaikat berupa manusia. Maka datanglah
Malaikat itu kepada orang yang belang dan bertanya, "Apakah yang kau
inginkan?" Jawabnya, "Kulit dan rupa yang bagus serta hilangnya
penyakit yang menyebabkan orang-orang jijik kepadaku." Maka diusaplah
orang itu oleh Malaikat. Seketika itu juga hilanglah penyakitnya dan
berganti rupa dan kulit yang bagus, kemudian ditanya lagi, "Kekayaan
apakah yang engkau inginkan?" Jawabnya, "Unta." Maka
diberinya seekor unta yang bunting sambil didoakan, BAARAKALLAAHU LAKA
FIIHAA (Semoga Allah memberkahimu pada kekayaanmu itu)." Kemudian
datanglah si Malaikat itu kepada si Botak dan bertanya, "Apakah yang
engkau inginkan?" Jawabnya, "Rambut yang bagus dan hilangnya
penyakitku yang menyebabkan kehinaan pada pandangan orang." Maka
diusaplah orang botak itu lalu seketika itu juga tumbuhlah rambut yang
bagus. Kemudian ditanya lagi, "Kini kekayaan apa yang engkau
inginkan?" Jawabnya, "Lembu." Maka diberinya seekor lembu
yang bunting sambil didoakan, "BAARAKALLAAHU LAKA FIIHAA (Semoga
Allah memberkahimu pada kekayaanmu itu)." Lalu datanglah Malaikat itu
kepada si Buta dan bertanya, "Apakah yang engkau inginkan?"
Jawabnya, "Kembalinya penglihatan mataku supaya aku dapat melihat
orang." Maka diusaplah matanya sehingga dapat melihat kembali. Selanjutnya
dia ditanya pula, "Kekayaan apa yang engkau inginkan?" Jawabnya,
"Kambing." Maka diberinya seekor kambing yang bunting sambil
didoakan "BAARAKALLAAHU LAKA FIIHAA (Semoga Allah memberkahimu pada
kekayaanmu itu)."
Beberapa tahun kemudian setelah masing-masing mempunyai daerah tersendiri yang penuh dengan unta, lembu dan kambing, datanglah Malaikat itu dalam rupa seorang yang miskin seperti keadaan si Belang dahulu pada waktu ia belum sembuh dan kaya. Malaikat itu berkata, "Saya seorang miskin yang telah terputus hubungan dalam perjalananku ini maka tidak ada yang dapat mengembalikan aku kecuali dengan pertolongan Allah dan bantuanmu. Maka saya mengharap, demi Allah yang memberi rupa dan kulit yang bagus, satu unta saja untuk meneruskan perjalananku ini." Jawab si Belang, "Masih banyak hak orang lain padaku, aku tidak dapat memberimu apa-apa, mintalah saja di lain tempat." Malaikat berkata, "Rasa-rasanya aku pernah berjumpa denganmu, bukankah engkau si Belang dahulu yang dijijiki orang dan seorang miskin kemudian Allah memberimu kekayaan?" Jawab si Belang, "Saya telah mewarisi kekayaan orang tuaku." Malaikat berkata, "Jika engkau berdusta maka semoga Allah mengembalikan keadaanmu seperti dahulu." Kemudian pergilah malaikat itu kepada si Botak dengan menyamar seperti keadaan si Botak dahulu dan berkata pula padanya sebagaimana yang dikatakan kepada si Belang, namun ternyata mendapat jawaban seperti jawaban si Belang, hingga karenanya didoakan, "Jika engkau berdusta maka semoga engkau kembali seperti keadaanmu semula." Akhirnya datanglah Malaikat itu kepada si Buta dengan menyamar seperti keadaan si Buta dahulu semasa ia miskin dan berkata, "Saya seorang miskin dan perantau yang telah putus hubungan dalam perjalanan, tidak dapat meneruskan perjalanan kecuali dengan pertolongan Allah dan bantuanmu. Aku minta demi Allah yang mengembalikan pandangan matamu, satu kambing saja untuk meneruskan
perjalananku ini." Jawab si Buta, "Dahulu aku memang buta lalu Allah mengembalikan penglihatanku maka kini ambillah sesukamu, aku tidak akan memberatkan sesuatu pun kepadamu yang engkau ambil karena Allah." Maka berkata Malaikat, "Jagalah harta kekayaanmu, sebenarnya kamu telah diuji maka Allah ridha kepadamu dan murka kepada kedua temanmu itu."
(Bukhari - Muslim)
Minggu, 06 April 2014
Hadist7
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar