•Dari Abu Hurairah
ra., Rasulullah saw. bersabda : “Sesungguhnya Allah Yang Maha Mulia dan Maha
Besar berfirman: “Barangsiapa yang memusuhi waliKu, maka Aku telah mengumumkan
perang kepadanya. HambaKu tidak mendekatkan diri kepadaKu dengan sesuatu yang
paling Aku sukai dari pada sesuatu yang Aku fardhukan atasnya. HambaKu
senantiasa mendekatkan diri kepadaKu dengan sunnat-sunnat sampai Aku
mencintainya. Apabila Aku mencintainya maka Aku menjadi pandangan yang untuk
mendengarnya, penglihatan yang untuk melihatnya, tangan yang untuk menamparnya
dan kaki yang untuk berjalan olehnya. Jika ia memohon kepadaKu, niscaya Aku
benarbenat memberinya. Jika ia memohon kepadaKu, niscaya Aku benar-benar
melindunginya. Dan Aku tidak bimbang terhadap sesuatu yang Aku iakukan seperti
kebimbanganKu terhadap jiwa hambaKu yang beriman yang mana ia tidak senang mati
sedang Aku tidak senang berbuat buruk terhadapnya”. (Hadits ditakhrij oleh
Bukhari).
•Dari Abu Said Al Khudri ra., ia berkata : Nabi saw bersabda : “Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar berfirman pada hari Qiyamat : “Wahai Adam”. Adam lalu menjawab : “Ya”, wahai Tuhan kami”, dan Adam dipanggil dengan suara : “Sesungguhnya Allah memerintahkan kamu untuk mengeluarkan utusan dari keturunanmu ke neraka”. Ia menjawab: “Wahai Tuhanku, berapa utusan keneraka itu ?” Dia berfirman : “Dari setiap seribu Aku kira sembilan ratus sembilan puluh sembilan orang, ketika itu orang yang hamil melahirkan kandungannya dan anak menjadi beruban, kamu melihat orang-orang itu mabuk, namun (sebenarnya) mereka tidak mabuk tetapi siksa Allah itu amat hebat, dimana hal itu menyempitkan manusia sehingga wajah-wajah mereka berubah. Nabi saw bersabda : “Dari Ya’juj dan Ma’juj sembilan ratus sembilan puluh sembilan dan dari kamu seorang, kemudian kamu dikalangan manusia seperti rambut hitam dilambung lembu putih atau seperti rambut putih di lambung lembu hitam. Dan sungguh aku berharap kamu menjadi seperempat penghuni syorga”. Maka kami bertakbir. Kemudian “sepertiga” penghuni syorga, maka kami bertakbir, kemudian “Separoh” penghuni syorga”, maka kami bertakbir”. Abu Usamah berkata dari Al A’masy, kamu lihat manusia itu mabuk, namun mereka tidaklah mabuk”. Beliau bersabda : “Dari setiap seribu orang sembilan ratus sembilan puluh sembilan orang”. (Hadits ditakhrij oleh Bukhari).
•Dari Ubaidah bin Ash Shamit ra. dari Nabi saw, beliau bersabda : “Barang siapa yang senang untuk bertemu dengan Allah, maka Allah senang untuk bertemu dengannya, dan barang siapa yang benci untuk bertemu dengan-Nya (Allah), maka Allah benci untuk bertemu dengannya”. Aisyah atau sebagian isteri beliau berkata : “Sesungguhnya kami tidak senang kematian”. Beliau bersabda : “Bukan begitu, tetapi seorang Mu’min apabila kedatangan maut (mati) diberi khabar gembira dengan keridhaan dan kemurahan Allah, sehingga tidak ada sesuatu yang lebih disukai dari pada apa yang dihadapinya, maka ia senang bertemu dengan Allah dan Allah senang bertemu dengannya. Dan sesungguhnya orang-orang katir, apabila kedatangan maut diberi khabar gembira dengan azab dan siksaan Allah, maka tidak ada sesuatu yang lebih dibenci dari pada apa yang dihadapinya. Ia tidak senang bertemu dengan Allah dan Allah tidak senang bertemu dengannya”. (Hadits ditakhrij oleh Bukhari).
•Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : Rasulullah saw bersabda : “Pada hari Qiyamat Allah berfirman : “Di manakah orangorang yang senang kepada kebesaran Ku ?”, pada hari ini Aku menaunginya dalam naunganKu, pada hari tidak ada naungan selain naungan Ku”. (HR. Muslim).
•Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : “Rasulullah saw. bersabda : “Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar berfirman : “Aku adalah penyekutu yang paling tidak membutuhkan sekutu, barang siapa yang beramal suatu amal di dalamnya ia mensekutukan kepada selain Ku, maka Aku meninggalkannya dan sekutunya”. (Hadits ditakhrij oleh Muslim).
Dari Abu Hurairah ra. dari Nabi saw., beliau bersabda : “Allah menciptakan makhluq, ketika selesai dari padanya rahim berdiri lalu memegangi ikat pinggang Allah Yang Maha Pemurah. Allah berfirman kepadanya : “Jangan”. Ia menjawab : “Ini adalah tempat orang yang berlindung kepadaMu dari memutuskan”. Allah berfirman : “Tidakkah kamu rela, Aku menyambung orang yang menyambungmu, dan Aku memutuskan orang yang memutuskanmu?”. Ia berkata “Ya, wahai Tuhanku”. Allah berfirman : “Itulah untukmu”. Abu Hurairah berkata : Bacalah jika kamu mau :
“FAHAL ASAITUM IN TAWALLAITUM AN TUFSIDUU FIL ARDLI WATUQATHTHI-’UU ARHAAMAKUM”
(Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan?) (Muhammad : 22). (Hadits ditakhrij oleh Bukhari).
•Dari Ibnu Unais ra., ia berkata : Saya mendengar Rasulullah saw bersabda : Allah mengumpulkan hamba-hamba, lalu Allah memanggil mereka dengan suara yang didengar oleh orang yang jauh sebagaimana yang didengar oleh orang yang dekat : “Akulah Maha Raja, Akulah yang memberi balasan”. (Hadits ditakhrij oleh Bukhari).
•Dari Ibnu Abbas ra. dari Nabi saw, beliau bersabda : “Sesungguhnya kamu dikumpulkan dengan kaki terbuka, telanjang dan tidak berkhitan. Kemudian beliau membaca : “Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama, begitulah Kami akan mengulanginya, itulah suatu janji yang pasti Kami tepati”. Orang yang pertama kali diberi pakaian pada hari qiamat adalah Ibrahim as. sesungguhnya beberapa shahabatku dituntut sebagai golongan kiri, maka aku katakan : “Shahabatku, shahabatku, lalu dikatakan : “Sesungguhnya mereka senantiasa berbalik atas tumit mereka sejak kamu berpisah dengan mereka”. Maka aku katakan sebagaimana yang dikatakan oleh hamba yang shalih : “Dan aku menjadi saksi terhadap mereka selama aku berada diantara mereka … sampai firman Allah. Sesungguhnya Engkaulah Maha Kuasa Lagi Maha Bijaksana”. (Hadits ditakhrij oleh Bukhari)
•Dari Abu Said Al Khudri ra., ia berkata : Nabi saw bersabda : “Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar berfirman pada hari Qiyamat : “Wahai Adam”. Adam lalu menjawab : “Ya”, wahai Tuhan kami”, dan Adam dipanggil dengan suara : “Sesungguhnya Allah memerintahkan kamu untuk mengeluarkan utusan dari keturunanmu ke neraka”. Ia menjawab: “Wahai Tuhanku, berapa utusan keneraka itu ?” Dia berfirman : “Dari setiap seribu Aku kira sembilan ratus sembilan puluh sembilan orang, ketika itu orang yang hamil melahirkan kandungannya dan anak menjadi beruban, kamu melihat orang-orang itu mabuk, namun (sebenarnya) mereka tidak mabuk tetapi siksa Allah itu amat hebat, dimana hal itu menyempitkan manusia sehingga wajah-wajah mereka berubah. Nabi saw bersabda : “Dari Ya’juj dan Ma’juj sembilan ratus sembilan puluh sembilan dan dari kamu seorang, kemudian kamu dikalangan manusia seperti rambut hitam dilambung lembu putih atau seperti rambut putih di lambung lembu hitam. Dan sungguh aku berharap kamu menjadi seperempat penghuni syorga”. Maka kami bertakbir. Kemudian “sepertiga” penghuni syorga, maka kami bertakbir, kemudian “Separoh” penghuni syorga”, maka kami bertakbir”. Abu Usamah berkata dari Al A’masy, kamu lihat manusia itu mabuk, namun mereka tidaklah mabuk”. Beliau bersabda : “Dari setiap seribu orang sembilan ratus sembilan puluh sembilan orang”. (Hadits ditakhrij oleh Bukhari).
•Dari Ubaidah bin Ash Shamit ra. dari Nabi saw, beliau bersabda : “Barang siapa yang senang untuk bertemu dengan Allah, maka Allah senang untuk bertemu dengannya, dan barang siapa yang benci untuk bertemu dengan-Nya (Allah), maka Allah benci untuk bertemu dengannya”. Aisyah atau sebagian isteri beliau berkata : “Sesungguhnya kami tidak senang kematian”. Beliau bersabda : “Bukan begitu, tetapi seorang Mu’min apabila kedatangan maut (mati) diberi khabar gembira dengan keridhaan dan kemurahan Allah, sehingga tidak ada sesuatu yang lebih disukai dari pada apa yang dihadapinya, maka ia senang bertemu dengan Allah dan Allah senang bertemu dengannya. Dan sesungguhnya orang-orang katir, apabila kedatangan maut diberi khabar gembira dengan azab dan siksaan Allah, maka tidak ada sesuatu yang lebih dibenci dari pada apa yang dihadapinya. Ia tidak senang bertemu dengan Allah dan Allah tidak senang bertemu dengannya”. (Hadits ditakhrij oleh Bukhari).
•Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : Rasulullah saw bersabda : “Pada hari Qiyamat Allah berfirman : “Di manakah orangorang yang senang kepada kebesaran Ku ?”, pada hari ini Aku menaunginya dalam naunganKu, pada hari tidak ada naungan selain naungan Ku”. (HR. Muslim).
•Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : “Rasulullah saw. bersabda : “Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar berfirman : “Aku adalah penyekutu yang paling tidak membutuhkan sekutu, barang siapa yang beramal suatu amal di dalamnya ia mensekutukan kepada selain Ku, maka Aku meninggalkannya dan sekutunya”. (Hadits ditakhrij oleh Muslim).
Dari Abu Hurairah ra. dari Nabi saw., beliau bersabda : “Allah menciptakan makhluq, ketika selesai dari padanya rahim berdiri lalu memegangi ikat pinggang Allah Yang Maha Pemurah. Allah berfirman kepadanya : “Jangan”. Ia menjawab : “Ini adalah tempat orang yang berlindung kepadaMu dari memutuskan”. Allah berfirman : “Tidakkah kamu rela, Aku menyambung orang yang menyambungmu, dan Aku memutuskan orang yang memutuskanmu?”. Ia berkata “Ya, wahai Tuhanku”. Allah berfirman : “Itulah untukmu”. Abu Hurairah berkata : Bacalah jika kamu mau :
“FAHAL ASAITUM IN TAWALLAITUM AN TUFSIDUU FIL ARDLI WATUQATHTHI-’UU ARHAAMAKUM”
(Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan?) (Muhammad : 22). (Hadits ditakhrij oleh Bukhari).
•Dari Ibnu Unais ra., ia berkata : Saya mendengar Rasulullah saw bersabda : Allah mengumpulkan hamba-hamba, lalu Allah memanggil mereka dengan suara yang didengar oleh orang yang jauh sebagaimana yang didengar oleh orang yang dekat : “Akulah Maha Raja, Akulah yang memberi balasan”. (Hadits ditakhrij oleh Bukhari).
•Dari Ibnu Abbas ra. dari Nabi saw, beliau bersabda : “Sesungguhnya kamu dikumpulkan dengan kaki terbuka, telanjang dan tidak berkhitan. Kemudian beliau membaca : “Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama, begitulah Kami akan mengulanginya, itulah suatu janji yang pasti Kami tepati”. Orang yang pertama kali diberi pakaian pada hari qiamat adalah Ibrahim as. sesungguhnya beberapa shahabatku dituntut sebagai golongan kiri, maka aku katakan : “Shahabatku, shahabatku, lalu dikatakan : “Sesungguhnya mereka senantiasa berbalik atas tumit mereka sejak kamu berpisah dengan mereka”. Maka aku katakan sebagaimana yang dikatakan oleh hamba yang shalih : “Dan aku menjadi saksi terhadap mereka selama aku berada diantara mereka … sampai firman Allah. Sesungguhnya Engkaulah Maha Kuasa Lagi Maha Bijaksana”. (Hadits ditakhrij oleh Bukhari)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar