- Dari
Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah saw bersabda, "Segerakanlah
pemakaman jenazah, maka jika ia jenazah orang shaleh, berarti kamu
menyegerakan ia kepada kebaikan dan jika sebaliknya, berarti kamu telah
melepaskan kejahatan dengan segera dari bahumu (pundakmu)."
(Bukhari - Muslim) - Dari
'Aisyah r.a. berkata: Ketika istri-istri Rasulullah saw sedang berkerumun
di sisi Rasulullah saw, tiba-tiba datang Siti Fatimah yang jalannya cepat
seperti jalannya Rasulullah saw. Ketika Rasulullah saw melihat kepadanya,
maka dia disambut dengan ucapan, "Selamat datang anakku,"
kemudian ia didudukkan di sebelah kanan atau kirinya, lalu dibisikkan
kepadanya. Tiba-tiba ia menangis tersedu-sedu dan ketika Rasulullah saw
melihat tangisnya, beliau berbisik kembali kepadanya, lalu tertawalah
Fatimah. Maka aku berkata, "Rasulullah saw mengistimewakan dengan
rahasia-rahasia atas Fatimah lebih dari istri-istrinya." Maka
menagislah aku dan ketika Rasulullah saw telah pergi dari tempat itu, aku
bertanya kepada Fatimah, "Apa yang dikatakan Rasulullah saw tadi
kepadamu?" Fatimah menjawab, "Aku tidak akan membuka rahasia
Rasulullah saw." Kemudian setelah Rasulullah saw meninggal, aku
berkata, "Sungguh aku ingin mendapat keterangan tentang apa yang
dibisikkan oleh Rasulullah saw kepadamu itu." Fatimah menjawab, "Kini
baiklah. Pada bisikan pertama Nabi saw memberitahukan bahwa Jibril biasa
mengulangi padanya bacaan al-Qur'an setiap tahun satu kali dan kini dia
mengulanginya sampai dua kali, 'Aku merasa bahwa ajalku sudah dekat, maka
bertakwalah kamu kepada Allah dan sabarlah. Aku adalah sebaik-baik orang
yang mendahului kamu,' karena itu aku menangis. Kemudian ketika beliau
melihat aku sangat sedih, beliau membisikkan kepadaku untuk kedua kalinya,
'Hai Fatimah, tidak puaskah engkau sebagai wanita yang utama bagi sekalian
Mu'min atau wanita yang utama dari sekalian umat ini? Maka tertawalah aku
karenanya."
(Bukhari - Muslim) - Dari
Ibnu Umar r.a. berkata: Nabi saw bersabda, "Barangsiapa menurunkan
kainnya dibawah mata kaki karena sombong, Allah tidak akan melihat kepadanya
dengan pandangan rahmat pada hari kiamat." Maka Abubakar r.a.
bertanya, "Ya Rasulullah, kainku selalu turun kebawah mata kaki,
kecuali jika kujaga benar-benar." Nabi saw bersabda, "Engkau
tidak berbuat itu karena sombong."
(Bukhari - Muslim) - Dari
Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah saw bersabda, "Allah tidak akan
melihat dengan pandangan rahmat pada hari kiamat kepada siapa yang memakai
(menurunkan) kainnya karena sombong."
(Bukhari - Muslim) - Dari
Anas r.a berkata: Rasulullah saw bersabda, "Barangsiapa memakai kain
sutera di dunia, maka tidak akan memakainya di akhirat."
(Bukhari - Muslim) - Dari
Umar bin al-Khaththab r.a. berkata: Rasulullah saw bersabda,
"Janganlah engkau memakai kain sutera, maka barangsiapa memakainya di
dunia, tidak akan memakainya di akhirat."
(Bukhari - Muslim) - Dari
Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah saw bersabda, "Barangsiapa
menghadiri jenazah hingga menshalatkannya, maka ia akan mendapat pahala
satu qirath dan barangsiapa menghadirinya hingga dimakamkan, maka ia akan
mendapat pahala dua qirath." Ketika ditanya, "Aapakah dua qirath
itu?" Nabi saw menjawab, "Sebesar dua bukit yang
besar-besar."
(Bukhari - Muslim) - Dari
Abu Hurairah r.a. berkata: Saya telah mendengar Rasulullah saw bersabda,
Bagaimanakah pendapatmu seumpama ada sebuah sungai di muka pintu salah
seorang dari kamu, lalu ia mandi daripadanya setiap hari lima kali, apakah
masih ada tertinggal kotorannya?" Para sahabat menjawab,
"Tidak." Nabi saw bersabda, "Maka demikianlah shalat lima
waktu, Allah akan menghapuskan dosa-dosa dengannya."
(Bukhari - Muslim) - Dari
Abu Hurairah r.a. berkata, "Kekasihku Rasulullah saw pernah berpesan
kepadaku supaya berpuasa tiga hari setiap bulan, shalat dhuha dua rakaat
dan shalat witir sebelum tidur."
(Bukhari - Muslim) - Dari
Abu Musa r.a. berkata: Nabi saw bersabda, "Perumpamaan petunjuk dan
ilmu yang diberikan oleh Allah kepadaku bagaikan hujan yang turun ke
tanah, maka ada sebagian tanah yang subur, yang dapat menumbuhkan
tumbuh-tumbuhan dan rumput yang banyak sekali. Dan adapula tanah yang
keras menahan air, hingga berguna untuk minuman dan penyiraman kebun
tanaman. Dan ada sebagian tanah yang keras kering tidak dapat menahan air
dan tidak pula menumbuhkan tumbuh-tumbuhan. Demikianlah perumpamaan orang
yang pandai dalam agama Allah dan mempergunakan apa yang diberikan Allah
kepadaku, lalu mengajarkannya dan perumpamaan orang yang tidak dapat
menerima petunjuk Allah yang telah ditugaskan kepadaku."
(Bukhari - Muslim)
Minggu, 06 April 2014
hadist13
hadist12
- Abu
Sa'id al-Khudri r.a. mendengar Rasulullah saw bersabda, "Jika salah
seorang kamu melihat mimpi yang disukai, maka itu dari Allah dan hendaklah
diceritakannya kepada orang lain."Dalam riwayat lain: "Jangan
diberitakan kecuali kepada orang yang engkau sukai. Dan jika mimpi yang
menakutkan, maka itu dari setan dan hendaklah ia berlindung kepada Allah
Subhanahu Wa Ta'ala dan tidak menceritakannya kepada orang lain, maka
tidak akan berbahaya baginya.
(Bukhari - Muslim) - Dari
Abu Qatadah r.a. berkata: Nabi saw bersabda, "Impian yang baik dari
Allah dan impian yang buruk dari syetan. Maka barangsiapa bermimpi melihat
sesuatu yang tidak disukainya, hendaklah ia meludah ke sebelah kiri tiga
kali dan membaca A'UDZU BILLAAHI MINASY SYATHAANIR RAJIIM tiga kali, maka
tidak akan membahayakannya."
(Bukhari - Muslim) - Dari
Ibnu Umar r.a. berkata: Rasulullah saw bersabda, "Janganlah salah
seorang kamu membangunkan temannya dari tempat duduknya, kemudian ia duduk
padanya. Tetapi hendaklah kamu memperluas (merenggangkan) untuk memberi
tempat." Adalah Ibnu Umar dalam mempraktekkan hadits ini, jika
seseorang bangun dari majelisnya, ia tidak suka duduk pada tempat orang
itu.
(Bukhari - Muslim) - Dari
Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah saw bersabda, "Orang yang
berkendaraan memberi salam kepada orang yang berjalan, yang berjalan
memberi salam kepada yang duduk dan rombongan yang sedikit memberi salam
kepada rombongan yang banyak."
(Bukhari - Muslim) - Dari
Ibnu 'Abbas r.a. berkata: Nabi saw bersabda, "Jangan menyendiri
seorang lelaki dengan perempuan melainkan harus ada mahram yang
menyertainya. Dan jangan berpergian seorang perempuan melainkan bersama
mahramnya." Maka ada seseorang bertanya, "Ya Rasulullah, istriku
pergi berhaji sedangkan aku telah tercatat untuk pergi berperang."
Maka Nabi saw bersabda, "Pergilah engkau berhaji bersama
istrimu."
(Bukhari - Muslim) - Dari Abu Musa al-Asy'ari r.a. berkata: Rasulullah saw bersabda, "Perumpamaan orang Mukmin yang membaca al-Qur'an adalah bagaikan buah jeruk; baunya harum dan rasanya lezat. Dan perumpamaan orang mukmin yang tidak dapat membaca al-Qur'an adalah bagaikan kurma; rasanya lezat dan tidak berbau. Dan perumpamaan orang munafik yang membaca al-Qur'an adalah bagaikan bunga yang berbau harum dan rasanya pahit. Dan perumpamaan orang munafik yang tidak membaca al-Qur'an adalah bagaikan buah hanzhal yang tidak berbau dan rasanya pahit."
- Dari
Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah saw bersabda, "Sesungguhnya
umatku pada hari kiamat nanti akan dipanggil dalam keadaan putih cemerlang
muka, tangan dan kakinya dari bekas-bekas wudhu". Maka barangsiapa
ingin memperpanjang kecermelangannya itu, hendaklah ia melakukannya.
(Bukhari - Muslim) - Dari
Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah saw bersabda, "Andaikan manusia
benar-benar mengetahui keutamaan shaf pertama dan menyambut adzan kemudian
untuk mendapatkan shaf pertama mereka harus berundi, niscaya mereka akan
berundi untuk mendapatkannya. Dan andaikan mereka mengetahui keutamaan
mendatangi shalat berjamaah pada waktu yang awal, niscaya mereka akan
berlomba-lomba untuk mendahuluinya. Dan andaikan mereka mengetahui
keutamaan shalat shubuh dan 'isya berjamaah, pasti mereka akan
mendatanginya,
meskipun dengan merangkak-rangkak." - Dari
Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah saw bersabda, "Apabila telah
diserukan adzan untuk shalat maka berlari mundurlah setan sambil
terkentut-kentut, hingga tidak terdengar olehnya suara adzan itu. Apabila
adzan telah selesai, ia pun datang kembali. Kemudian ia mengganggu hati
orang yang shalat, seraya berkata, 'Ingatlah ini dan ingatlah itu.'
Padahal yang demikian itu tidak pernah diingatnya sebelum shalat. Sehingga
orang yang shalat itu tidak tahu lagi, sudah berapa rakaatkah shalat yang
dikerjakannya itu."
(Bukhari - Muslim)
hadist11
- Dari
Anas bin Malik r.a. berkata: Rasulullah saw ketika menjelang tidur beliau
berdoa, "Segala puji bagi Allah yang telah memberi makan dan menjaga
kita serta mencukupi segala kebutuhan kita betapa banyak orang yang tidak
tercukupi kebutuhannya dan tidak punya tempat tinggal."
(Muslim) - Dari
Abdullah bin Mas'ud bahwa Rasulullah saw bersabda, "Tidak akan masuk
surga orang yang dihatinya ada setitik kesombongan."
(Muslim) - Abu
Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda, "Ketika
seseorang berjalan dengan sombongnya dan takjub kepada dirinya sendiri dan
dengan rambut yang disisir, berlagak dalam jalannya maka Allah tiba-tiba
membenamkannya ke tanah sehingga turun dan tenggelam sampai hari
kiamat."
(Muttafaq 'alaih) - "Barangsiapa
yang beriman kepada Allah dan hari kiamat, hendaklah dia menghormati
tamunya, hak tamu sebagai hadiah adalah sehari semalam. Dan hak orang
bertamu itu selama tiga hari, selebihnya adalah sedekah. Dan tidak boleh
melakukan sesuatu yang membuat kesal tuan rumah."
(Bukhari) - "Senyumanmu
ketika bertemu saudaramu adalah sedekah."
(Tirmidzi) - Dari
Ibnu Abbas bahwa Rasulullah saw pernah melihat sahabat memakai cincin
emas, lalu beliau mencopot dan membuangnya, lalu berkata, "Seseorang
di antara kalian telah memasang bara api neraka ditangannya."
(Muslim) - Dari
Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah saw bersabda, "Demi Allah, aku
mohon ampun dan bertobat lebih dari tujuh puluh kali dalam sehari."
(Bukhari) - "Orang
yang kikir adalah orang yang apabila aku disebut dihadapannya, orang itu
tidak mau bershalawat kepadaku."
(Tirmidzi) - "TIdak
berkumpul satu kaum dalam majelis dan tidak disebut di dalamnya nama Allah
serta tidak bershalawat kepada nabinya kecuali ditimpakan kepada mereka
kebohongan. Kalau Allah menghendaki mereka akan disiksa dan kalau Dia
berkehendak mereka diampuni."
(Tirmidzi) - Dari
Mu'adz r.a. berkata: Rasulullah saw mengutus saya sebagai gubernur di
negeri Yaman maka Rasulullah saw berpesa kepadaku, "Engkau akan
menghadapi kaum ahli kitab maka ajaklah mereka kembali kepada kalimat
Syahadat bahwa tidak ada Tuhan kecuali Allah dan aku adalah Rasulullah.
Jika mereka telah menurut kepada ajakan itu, beritahukanlah bahwa Allah
telah mewajibkan atas mereka mengerjakan shalat lima kali sehari semalam
dalam lima waktu. Jika mereka telah taat, beritahukanlah bahwa Allah
mewajibkan mereka mengeluarkan zakat (sedekah) yang diambil dari
orang-orang kaya dan diberikan kepada fakir miskin. Jika mereka telah
menaati itu maka berhati-hatilah kamu dari kekayaan mereka terutama yang
benar-benar mereka sayangi dan takutlah kamu dari doa orang yang teraniaya
karena tidak ada dinding antara doa itu dengan Allah."
(Bukhari - Muslim) - Dari
Abu Humaid (Abdurrahman) bin Sa'ad Saldy r.a. berkata: Rasulullah saw
mengangkat Ibnu al-Lutbiyah dari suku al-Azd untuk mengumpulkan zakat dan
ketika ia telah kembali kepada Rasulullah, ia berkata, "Yang ini
untukmu dan yang ini saya terima sebagai hadiah dari orang-orang."
Maka Rasulullah saw segera naik ke atas mimbar dan setelah memuji syukur
kepada Allah, beliau berkata, "Amma ba'du, adapun saya mengangkat
seseorang untuk suatu tugas yang diberikan. Ini bagianmu dan ini saya
sendiri telah mendapat hadiah dari orang-orang. Mengapakah ia tidak
duduk-duduk saja di rumah ibu atau ayahnya sehingga datang hadiah itu
kepadanya jika memang benar-benar demikian. Demi Allah tidak ada seorang
yang mengambil sesuatu yang bukan haknya kecuali pasti akan dipikulnya di
hari kiamat. Maka saya akan ketahui seseorang yang memikul unta atau lembu
atau kambing yang mengembik." Kemudian Rasulullah saw mengangkat
kedua tangannya sehingga terlihat putih ketiaknya sambil bersabda,
"ALLAHUMMA HAL BALLAGHTU (Ya Allah, saya telah menyampaikan)."
(Bukhari - Muslim)
hadist10
- Dari
Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah saw bersabda, "Shalat seseorang
dengan berjamaah itu dilipatgandakan (pahalanya) atas shalatnya yang
dilakukan di rumah atau di pasarnya dengan kelipatan dua puluh lima kali.
Yang demikian itu karena apabila ia menyempurnakan wudhu'nya dengan maksud
untuk shalat (berjamaah), maka tiadalah ia melangkahkan kakinya selangkah
melainkan terangkat untuknya satu derajat dan dihapuskan daripadanya satu
kesalahannya. Lalu apabila ia melakukan shalat, maka senantiasalah
Malaikat mendoakan atasnya, selama ia masih tetap berada di tempat
shalatnya. (Doa Malaikat itu adalah), 'Ya Allah, belas kasihanilah dia. Ya
Allah, rahmatilah dia.' Dan senantiasalah salah seorang kamu dianggap
berada dalam shalat, selama ia menantikan shalat (berjamaah)."
(Bukhari - Muslim) - Zaid
bin Tsabit r.a. berkata: Bersabda Nabi saw, "Hai sekalian manusia,
shalatlah di rumah, maka sesungguhnya seutama-utama shalat seseorang itu
adalah di rumahnya, kecuali shalat fardhu."
(Bukhari - Muslim) - Ibnu
Umar r.a. berkata: Bersabda Nabi saw, "Jadikan penghabisan (akhir)
shalatmu pada waktu malam dengan shalat witir."
(Bukhari - Muslim) - Abu
Hurairah r.a. berkata: Rasulullah saw bersabda, "Barangsiapa bangun
malam pada bulan Ramadhan dan mengerjakan shalat malam karena iman dan
mengharapkan pahala dari Allah maka diampuni semua dosanya yang telah
lalu."
(Bukhari - Muslim) - Abu
Hurairah r.a. berkata: Rasulullah saw bersabda, "Andai aku tidak
khawatir akan memberatkan umatku, niscaya kuwajibkan mereka bersiwak
(gosok gigi) pada tiap-tiap shalat."
(Bukhari - Muslim) - Abu
Hurairah r.a. berkata: Bersabda Nabi saw, "Lima macam dari fitrah
(kelakuan yang tetap dari sunat para Nabi) yaitu khitan, mencukur rambut
kemaluan, memotong kuku, mencabut bulu ketiak dan mencukur kumis."
(Bukhari - Muslim) - Ibnu
Umar r.a. berkata: Bersabda Nabi saw, "Cukurlah kumis dan peliharalah
jenggot."
(Bukhari - Muslim) - Dari
Jabir bin Samurah r.a. berkata: "Penduduk Kufah mengadukan Sa'ad bin
Abi Waqqash r.a. kepada Amirul Mukminin Umar bin Al-Khaththab r.a.
sehingga Umar pun memecatnya dan digantikan oleh Ammar bin Yasir r.a.
Begitu berat pengaduan mereka, hingga mereka mengadukan bahwa engkau tidak
bisa shalat dengan sempurna." Jawab Sa'ad, "Adapun aku, demi
Allah, memimpin mereka dalam shalat sebagaimana shalat Rasulullah saw
tidak mengurangi sedikit pun daripadanya. Yaitu memanjangkan dua rakaat
pertama dan memendekkan dua rakaat terakhir." Berkata Umar, "Aku
kira engkau memang demikian adanya, ya Abu Ishaq." Kemudian Umar
mengirim Sa'ad ke Kufah bersama beberapa orang untuk menanyakan langsung
kepada rakyat di sana tentang dirinya. Setiap masjid didatangi dan kepada
jamaah yang ada di situ langsung ditanyakan tentang Sa'ad. Maka mereka pun
menjawab dengan jujur, terus terang dan mereka semua memuji kebaikan Sa'ad
kecuali ketika mereka masuk di masjid bani 'Abs, maka ketika ditanyakan
tentang Sa'ad ada seorang lelaki bernama Usamah bin Qatadah yang bergelar
Abu Sa'adah menjawab, "Jika engkau bertanya tentang Sa'ad maka ia
adalah orang yang tidak suka keluar
memimpin pasukan perang, kalau membagi tidak pernah rata dan kalau menghukum tidak adil." Mendengar jawaban seperti itu, Sa'ad menyerahkan urusannya kepada Allah dan berkata, "Ingat, saya hendak berdoa tiga macam yaitu 'Ya Allah, jika hamba-Mu ini berdusta (yakni Abu Sa'adah), hanya bermaksud mencari muka dan nama, maka panjangkanlah umurnya, jadikan ia miskin sampai tua dan hadapkan ia kepada berbagai fitnah.'" Ternyata doa Sa'ad dikabulkan oleh Allah, sehingga ketika orang itu telah lanjut usia, selalu saja bila orang bertanya tentangnya maka dijawab, "Orang yang telah terkena bala' oleh doa Sa'ad bin Abi Waqqash r.a."
(Bukhari - Muslim) - Abdul Malik bin Umar yang meriwayatkan hadits ini dari Jabir bin Samurah berkata, "Saya sendiri melihat orang itu telah demikian tuanya, sehingga alisnya hampir menutupi matanya. Tetapi ia selalu duduk- duduk di tepi jalan mengganggu gadis-gadis yang lewat."
- Dari
Abu Waqid (al-Harits) bin 'Auf r.a. berkata: Ketika Rasulullah saw duduk
di masjid, sedang orang banyak (para sahabat) duduk pula bersama beliau,
tiba-tiba datang tiga orang lelaki. Maka dua orang diantara mereka
menghadap Rasulullah saw, sedang yang seorang lagi terus pergi. Kemudian
kedua orang itu berhenti di hadapan Rasulullah saw. Lalu salah seorang
dari keduanya melihat tempat kosong pada majelis itu, kemudian duduk padanya.
Sedang yang seorang lagi duduk di belakang mereka. Adapun orang yang
ketiga maka ia berpaling dan terus pergi. Ketika Rasulullah saw telah
selesai menyampaikan ajarannya, berliau bersabda, "Sukakah aku
beritahukan kepadamu
tentang ketiga orang itu? Adapun salah seorang dari mereka, maka ia bermaksud mendekatkan diri kepada Allah, maka Allah pun mendekatinya. Yang seorang lagi merasa malu (untuk berdesak-desakkan) maka Allah pun malu (untuk menyiksanya). Sedang orang yang ketiga berpaling, maka Allah pun berpaling dari padanya (tidak memberikan rahmat-Nya)."
(Bukhari - Muslim) - Dari
Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah saw bersabda, "Ada seseorang
yang biasa menghutangkan kepada orang-orang, maka jika ia menyuruh menagih
kepada pesuruhnya, ia selalu berpesan, 'Jika kamu mendapati orang itu
masih belum dapat membayar, maka maafkanlah dia, semoga Allah memaafkan
kami kelak.' Maka ketika ia berhadapan dengan Allah, Allah
memaafkannya."
(Bukhari - Muslim) - Dari
Abu Waqid (al-Harits) bin 'Auf r.a. berkata: Ketika Rasulullah saw duduk
di masjid, sedang orang banyak (para sahabat) duduk pula bersama beliau,
tiba-tiba datang tiga orang lelaki. Maka dua orang diantara mereka
menghadap Rasulullah saw, sedang yang seorang lagi terus pergi. Kemudian
kedua orang itu berhenti di hadapan Rasulullah saw. Lalu salah seorang
dari keduanya melihat tempat kosong pada majelis itu, kemudian duduk
padanya. Sedang yang seorang lagi duduk di belakang mereka. Adapun orang
yang ketiga maka ia berpaling dan terus pergi. Ketika Rasulullah saw telah
selesai menyampaikan ajarannya, berliau bersabda, "Sukakah aku
beritahukan kepadamu tentang ketiga orang itu? Adapun salah seorang dari
mereka, maka ia bermaksud mendekatkan diri kepada Allah, maka Allah pun
mendekatinya. Yang seorang lagi merasa malu (untuk berdesak-desakkan) maka
Allah pun malu (untuk menyiksanya). Sedang orang yang ketiga berpaling,
maka Allah pun berpaling dari padanya (tidak memberikan rahmat-Nya)."
(Bukhari - Muslim)
Langganan:
Komentar (Atom)